kebersihan
Kebersihan
Kebersihan
adalah keadaan bebas dari kotoran, termasuk di antaranya, debu, sampah, dan
bau. Di zaman modern, setelah Louis Pasteur menemukan proses penularan penyakit
atau infeksi disebabkan oleh mikroba, kebersihan juga berarti bebas dari virus,
bakteri patogen, dan bahan kimia berbahaya.
Kebersihan
adalah salah satu tanda dari keadaan higiene yang baik. Manusia perlu menjaga
kebersihan lingkungan dan kebersihan diri agar sehat, tidak bau, tidak malu,
tidak menyebarkan kotoran, atau menularkan kuman penyakit bagi diri sendiri
maupun orang lain. Kebersihan badan meliputi kebersihan diri sendiri, seperti mandi,
menyikat gigi, mencuci tangan, dan memakai pakaian yang bersih.
Mencuci
adalah salah satu cara menjaga kebersihan dengan memakai air dan sejenis sabun
atau deterjen. Mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan produk kebersihan
tangan merupakan cara terbaik dalam mencegah penularan influenza dan
batuk-pilek.
Kebersihan
lingkungan adalah kebersihan tempat tinggal, tempat bekerja, dan berbagai
sarana umum. Kebersihan tempat tinggal dilakukan dengan cara melap jendela dan
perabot rumah tangga, menyapu dan mengepel lantai, mencuci peralatan masak dan
peralatan makan (misalnya dengan abu gosok), membersihkan kamar mandi dan
jamban, serta membuang dsampah. Kebersihan lingkungan dimulai dari menjaga
kebersihan halaman dan selokan, dan membersihkan jalan di depan rumah dari
sampah.
Tingkat
kebersihan berbeda-beda menurut tempat dan kegiatan yang dilakukan manusia.
Kebersihan di rumah berbeda dengan kebersihan kamar bedah di rumah sakit,
sedangkan kebersihan di pabrik makanan berbeda dengan kebersihan di pabrik
semikonduktor yang bebas debu.
Dari
Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Upaya Menjaga Kebersihan dan Kelestarian Lingkungan
Berbagai macam permasalahan mengenai lingkungan masih sering terjadi dimana-mana. Misalnya lingkungan yang kotor karena sampah hingga mengakibatkan bencana banjir saat musim penghujan tiba, ataupun masalah limbah yang dibuang secara sembarangan sehingga membuat air bersih menjadi tercemar. Mengapa permasalahan ini masih sering terjadi? Kemungkinan besar hal ini terjadi karena masih kurangnya kesadaran masyarakat akan lingkungan, dan belum adanya tindakan yang serius dalam mengupayakan kebersihan dan kelestarian lingkungan. Terbukti masih banyak orang yang membuang sampah sembarangan. Ini adalah salah satu contoh nyata bahwa masyarakat belum benar-benar menyadari tentang arti pentingnya kebersihan dan kelestarian lingkungan. Padahal lingkungan yang bersih sangat penting diwujudkan agar terhindar dari berbagai jenis penyakit dan dapat mencegah terjadinya bencana banjir maupun tanah longsor.Upaya Menjaga Kebersihan Lingkungan.
Sebagai warga yang baik, sudah seharusnya kita memiliki kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup kita. Bukankah lingkungan yang bersih akan membuat kita nyaman? Ada banyak cara untuk menjaga kebersihan lingkungan di sekitar kita. Semua bisa dilakukan mulai dari diri kita sendiri dan dapat dimulai dari hal yang paling kecil sekalipun. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa kita upayakan untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan:
- Buanglah sampah pada tempatnya. Saat ini masih saja banyak orang yang membuang sampah sembarangan. Apalagi di kota-kota besar, sering sekali masyarakatnya membuang sampah sembarangan seperti di sungai. Kebiasaan ini akan sangat merugikan karena dapat menyumbat saluran air hingga menyebabkan banjir. Selain itu hewan-hewan yang hidup di air akan mati karena lingkungan yang kotor. Oleh karena itu, masyarakat perlu mengusahakan untuk meyediakan tempat sampah di segala tempat, sehingga orang-orang tidak kesulitan untuk menemukannya. Dengan begitu, masyarakat akan terbiasa untuk membuang sampah di tempatnya.
- Membersihkan selokan atau saluran air dari sampah sehingga alirannya tidak tersumbat dan tidak menjadi sarang nyamuk.
- Jangan terlalu banyak membuat polusi. Ada beberapa macam polusi, yaitu polusi udara, polusi air, maupun polusi tanah. Untuk mencegah polusi udara misalnya, sebaiknya gunakan kendaraan yang ramah lingkungan, tidak merokok, dan lain-lain. Untuk mencegah polusi air dan tanah bisa diusahakan dengan tidak membuang sampah ke sungai atau membuang air limbah ke tanah.
- Bersihkan rumah secara rutin.
- Lakukan 3 M, yaitu menutup temkpat penyimpanan air, menguras bak mandi secara rutin, serta mengubur barang-barang bekas.
- Memperbanyak penanaman pohon hijau. Dengan menanam lebih banyak pohon akan sangat membantu kita untuk mengurangi polusi udara. Lingkungan menjadi sejuk karena banyak oksigen yang diberikan pohon-pohon tersebut. Disamping itu pohon juga bermanfaat untuk membantu penyerapan air dalam tanah sehingga dapat mencegah terjadinya erosi atau longsor.
Banyak sekali manfaat yang akan kita dapatkan dengan menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, antara lain:
- Terhindar dari berbagai jenis penyakit yang disebabkan oleh lingkungan yang kotor.
- Membuat lingkungan menjadi sejuk, segar dan nyaman.
- Paru-paru menjadi lebih sehat karena selalu menghirup udara yang bersih.
- Dapat mencegah terjadinya bencana seperti banjir maupun tanah longsor.
Sekolah Bersih
Sekolah Sehat
Sekarang ini banyak
sekolah yang mengaku sekolah sehat, namun belum tentu sekolah tersebut memenuhi
kriteria sekolah sehat. Sekolah sehat adalah sekolah yang berhasil membantu
siswa untuk berprestasi secara maksimal dengan mengedepankan aspek kesehatan.
Definisi lain dari sekolah sehat adalah sekolah yang bersih, hijau, indah dan rindang,
peserta didiknya sehat dan bugar serta senantiasa berperilaku hidup bersih dan
sehat. Sekolah sehat selalu membangun kesehatan siswa baik jasmani maupun
rohani, melalui pemahaman, kemampuan dan tingkah laku, sehingga siswa bisa
mengambil keputusan yang terbaik untuk kesehatan mereka secara mandiri. Sekolah
sehat menyadari sangat pentingnya kesehatan siswa dalam membantu mereka
mencapai prestasi maksimal dan untuk meningkatkan standar kehidupan mereka.
Saat ini di Eropa khususnya Inggris, seluruh sekolah
sedang digalakkan mencapai kriteria sekolah sehat. Pada dasarnya sekolah
sehat adalah sekolah yang menyadari pentingnya pembangunan kesehatan di
bidang promotif dan preventif, bukan hanya di bidang kuratif. Jadi adanya
dokter di sekolah tidaklah menjamin bahwa sekolah tersebut merupakan sekolah
sehat. Apalagi jika dokter di sekolah tersebut hanya datang seminggu
sekali, atau sebulan sekali. Artinya pendekatan yang digunakan oleh dokter
tersebut adalah hanya pendekatan kuratif dan rehabilitatif.
Sekolah sehat
mengedepankan pencegahan dan promosi kesehatan sehingga lebih utama mencegah
sakit daripada menunggu sakit.
Sehat itu sendiri mencakup 4
aspek yaitu sehat secara :
1. Fisik,
2. Psikis,
3. Sosial, dan
4. Spiritual.
Untuk itu, disusun kriteria
utama dari sekolah sehat yaitu adanya :
1. Program pendidikan
dan pelayanan kesehatan (health education and treatment),
2. Makanan sehat (healthy
eating),
3. Pendidikan olahraga (physical
activity),
4. Pendidikan mental (emotional
health and well being) serta
5. Program lingkungan
sekolah sehat dan aman (safe and healthy environment).
Jika suatu sekolah
telah melaksanakan 5 kriteria sekolah sehat tersebut di atas secara integratif
dan berkesinambungan maka bisa dikatakan bahwa sekolah tersebut memenuhi
standar sekolah sehat secara internasional..
Dokter tidak harus
menangani secara keseluruhan semua proses kelangsungan sekolah sehat tersebut.
Penanganan secara integratif yang melibatkan semua komponen sekolah memang
mutlak harus dilaksanakan pada suatu sekolah sehat. Guru kelas sebagai ujung
tombak pelaksanaan sekolah sehat, karena mereka berinteraksi langsung
dengan siswa. Kantin sekolah, psikolog, perawat sekolah, guru olahraga, TU
sampai dengan cleaning service berperan aktif secara kontinyu untuk mendapatkan
hasil yang maksimal. Intinya bahwa sekolah sehat tidak melulu pendidikan
kesehatan yang formal, namun lebih kepada suatu sistem untuk menciptakan suatu
budaya yang sehat, yang bisa diaplikasikan oleh seluruh komponen sekolah, yang
nantinya akan juga bisa berimbas pada lingkungan orang tua siswa dan
masyarakat.
Di Indonesia, konsep
sekolah sehat disederhanakan dan diringkas menjadi Trias UKS yaitu pendidikan
kesehatan, pelayanan kesehatan dan lingkungan sekolah sehat. Program UKS
dan sekolah sehat adalah suatu program yang saling melengkapi. Sebaiknya
pembangunan kesehatan di sekolah lebih mengedepankan aspek promotif-preventif
daripada kuratif, dan hasil dari program ini akan menjadi bekal anak-anak dalam
membangun kesehatan dirinya, keluarga, masyarakat, dan negara baik sekarang
maupun di masa depan nanti.
Sekolah sehat di Indonesia dapat dicapai bila sekolah
atau madrasah melaksanakan :
1) Program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)
melalui tiga program pokok UKS (Trias UKS); pendidikan kesehatan, pelayanan
kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat, serta
2) Melaksanakan upaya-upaya peningkatan
melalui program pendidikan jasmani.
Latar Belakang Sekolah Sehat
Menurut Mendiknas (pada pembukaan
Rakernas UKS ke IX, 2008, Bali) sekolah sebagai tempat belajar, tidak saja
perlu memiliki lingkungan bersih dan sehat, yang mendukung berlangsungnya
proses belajar dan mengajar yang baik. Namun, juga diharapkan mampu membentuk
siswa yang memiliki derajat kesehatan yang lebih baik."Lingkungan sekolah
sehat, tentu akan sangat mendukung pencapaian tujuan pendidikan", katanya.
Untuk mencapai tujuan tersebut,
lanjut mendiknas, maka pelaksanaan tiga program pokok UKS yaitu pendidikan
kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sehat perlu didorong
dan dimasyarakatkan agar semua pihak memahami dan mendukung program ini di
sekolah
Mendiknas juga menyampaikan
tentang pentingnya penyelenggaraan UKS yang lebih kreatif, sehingga kinerja UKS
betul-betul maksimal. Dia berpendapat, berbagai macam kegiatan di lingkungan
sekolah seperti pengelolaan sanitasi, pengelolaan jajanan sekolah, dan menciptakan
taman yang asri disekolah dapat diintegrasikan kedalam kegiatan
UKS."seperti ini harus dijadikan bagian dari kegiatan UKS, bukan hanya
kegiatan yang terkonsentrasi di ruang UKS itu", katanya.
Mendiknas mengingatkan, adalah
tugas bersamamewujudkan sekolah dan madrasah menjadi sekolah sehat, yaitu
sekolah yang bersih, nyaman dan bebas dari sumber-sumber penyakit. Peserta
didiknya sehat jasmani, rohani, dan bugar, serta senantiasa berperilaku hidup
bersih dan sehat. "Di lingkungan sekolah yang tertata baik dan bersih akan
mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif yang pada gilirannya nanti akan
meningkatkan prestasi belajar. termasuk didalamnya rasa kemandirian, jiwa
kemandirian, enterpreneurship dan kreativitas, serta membentuk masyarakat yang
sadar kesehatan", katanya.
Saat ini di Indonesia terdapat
lebih dari 250.000 sekolah negeri, swasta maupun sekolah agama dari berbagai
tingkatan. Jika tiap sekolah memiliki 20 kader kesehatan maka akan ada 5 juta
kader kesehatan yang akan membantu, “Menggerakkan dan Memberdayakan Masyarakat
untuk Hidup Sehat” sesuai dengan strategi utama Departemen Kesehatan.
Sekolah Hijau
Secara arti kata green school adalah sekolah hijau.
Namun dalam makna luas, diartikan sebagai sekolah yang memiliki komitmen dan secara
sistematis mengembangkan program-program untuk mengintemali-sasikan nilai-nilai
lingkungan ke dalam seluruh aktivitas sekolah. Karenanya, tampilan fisik
sekolah ditata secara ekologis sehingga menjadi wahana pembelajaran bagi
seluruh warga sekolah untuk bersikap arif dan berperilaku ramah lingkungan
(Sugeng Paryadi, 2O08).
Ada juga yang mengartikan "Green
school" adalah konsep yang mengajak seluruh warga sekolah untuk membentuk
gaya hidup agar lebih peduli dan melestarikan lingkungan.
Di sinilah, konsep sekolah hijau dalam menumbuhkan
sikap peduli lingkungan melalui proses pembelajaran dan pembiasaan menjadi
penting dan strategis. Di sekolah, proses pembelajaran mengarah pada upaya
pembentukan perilaku siswa yang peduli lingkungan melalui model pembelajaran
yang aplikatif dan menyentuh kehidupan sehari-hari. Sementara itu, lingkungan
sekolah dijadikan wahana pembiasaan perilaku peduli lingkungan sehari-hari.
Dengan demikian, kedua aspek tadi, menuju pada satu tujuan yaitu internalisasi
atau pembiasaan perilaku peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Penyusunan program sekolah hijau ini seharusnya
dilakukan dengan mengaitkan seluruh program yang ada di sekolah serta
mempertimbangkan faktor pendukung dan penghambat.
Potensi internal sekolah seperti ketersediaan lahan,
sumberdaya air, energi, bentang alam, tradisi masyarakat sekitar, dan
ekosistemnya merupakan objek pengembangan dalam konsep sekolah hijau.
Sementara dalam pandangan LSM Keanekaragaman Hayati
Indonesia (Kehati), program sekolah hijau harus mengembangkan :
1. Kurikulum berbasis lingkungan;
2. Pendidikan berbasis komunitas;
3. Peningkatan kualitas lingkungan sekolah
dan sekitarnya;
4. Sistem pendukung yang ramah lingkungan;
dan
5. Manajemen sekolah berwawasan lingkungan.
Implementasi
sekolah hijau dilakukan dalam tiga langkah strategis yaitu :
1. Bidang kurikuler, pembelajaran lingkungan
hidup dilakukan secara terintegrasi dengan mata pelajaran yang ada. Guru harus
pandai mengemas pembelajaran dengan pemahaman dan pengalaman belajar yang
aplikatif.
2. Kedua, bidang ekstrakurikuler yaitu
mengarah pada pembentukan kepedulian siswa terhadap pelestarian lingkung-
an melalui kegiatan penyuluhan lingkungan dan lomba karya lingkungan.
an melalui kegiatan penyuluhan lingkungan dan lomba karya lingkungan.
3. Bidang pengelolaan lingkungan sekolah
yaitu melalui
a. pemanfaatan dan penataan lahan sekolah
menjadi laboratorium alam seperti menjadi kebun dan tanaman obat-obatan, ajakan
hemat energi dan air, daur ulang sampah melalui proses reduce, reuse, dan
recycle, serta
b. pengelolaan lingkungan sosial dalam bentuk
pembiasaan perilaku-perila-ku nyata yang positif di antaranya kedisiplinan,
kerja sama, kepedulian, kejujuran, dan menghargai kearifan lokaL
Lingkungan sekolah adalah lingkungan
kehidupan sehari-hari siswa. Jika lingkungan sekolah dapat ditata dan dikelola
dengan baik, maka akan menjadi wahana efektif pembentukan perilaku peduli
lingkungan.
Ini penting, menanamkan kesadaran
berperilaku hidup bersih dan sehat sejak di usia sekolah. Bagaimana pun warga
lingkungan sekolah sangatlah beragam, mereka datang dari berbagai lingkungan.
Diharapkan ketika berada di luar lingkungan sekolah, mampu menerapkan hidup
bersih dan sehat seperti saat di sekolahnya.
Lingkungan sekolah yang kondusif sangat
diperlukan dalam menghasilkan tamatan yang cakap melalui proses belajar mengajar
berbasis sistem pendidikan yang bermutu. Tidak itu saja, lingkungan sekolah
yang kondusif juga akan ikut mendorong terwujudnya pola hidup bermutu yang pada
saat ini sangat diperlukan dalam meningkatkan daya saing bangsa dimata dunia
sekaligus melestarikan kekayaan sumber daya alam hayati Indonesia.
Perwujudan sekolah hijau adalah sekolah
yang memiliki komitmen dan secara sistematis mengembangkan program-program
untuk menginternalisasikan nilai-nilai lingkungan dalam seluruh aktivitas
sekolah. Sekolah dengan visi, misi, tujuan dan kebijakan yang mengacu pada mutu
sekolah, sangat berkepentingan mewujudkan pola hidup bermutu melalui program
Green School.
Sebenarnya tidaklah mudah mewujudkan
kesejatian sekolah hijau karena tidak sekedar lingkungan fisik bersih yang
terlihat, namun lebih pada terbangunnya kesadaran lingkungan warga sekolah yang
tercermin dalam perilaku keseharian sebagai tuntutan peningkatan mutu hidup.
Perwujudan Sekolah Hijau tidak terlepas
dari peran swasta, LSM dan pemerintah. Dan yang paling penting adalah peran
warga sekolah itu sendiri baik seluruh siswa, guru dan karyawan. Diperlukan
guru atau beberapa guru untuk menjadi pelopor dan contoh bagi siswanya.
SMP Negeri 120 Jakarta merupakan sekolah
dengan profil sebagai berikut :
1. Nama
Sekolah : SMP Negeri 120 Jakarta
2. N.I.S.
: 200010
3. N.S.S.
: 201016103069
4. Propinsi
: DKI Jakarta
5. Otonomi
: Daerah
6. Kecamatan
: Penjaringan
7. Kelurahan
: Kamal Muara
8. Jalan dan nomor : Kamal Muara Raya No. 9
9. Kode
Pos : 14470
10. Telepon
: ( 021 ) 5557952
11. Faximile
: ( 021 ) 5557952
12. Daerah
: Perkotaan
13. Status
Sekolah : Negeri
14. Kelompok
Sekolah : Inti
15. Akreditasi
: A+
16. Surat
Keputusan / SK : 03014 / 1979
17. Penerbit
SK (ditanda tangani oleh) :
Kanwil Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
18. Tahun
berdiri : 1976
19. Tahun
perubahan : 1979
20. Kegiatan
belajar mengajar : pagi
21. Bangunan
sekolah : milik sendiri
22. Luas
bangunan : 16.533,3 M2
- Blok A P : 35 M x L : 9.80 M x 14.25 M = 4.887,75 M
- Blok B P : 27 M x L : 9.80
M x 14.25 M = 3.770,55 M
- Blok C P : 56 M x L : 9.80
M x 14.25 M = 7.820,04 M
- Slasar / Lorong : 5,460 M
23. Lokasi
sekolah : Pantai Kamal Muara
24. Jarak
ke pusat Kecamatan: + 10 KM
25. Jarak
ke pusat Otoda : + 20 KM
26. Terletak
pada lintasan : perbatasan Propinsi DKI dan Banten
27. Jumlah
keanggotaan Rayon: --
28. Organisasi
penyelenggara : Pemerintah
29. Perjalanan
/ perubahan sekolah: --
30. Prestasi
Sekolah :
- Juara Sekolah Sehat ketiga Se-Jakarta
Utara Tahun 2009
- Juara Sekolah Sehat Pertama Se-Jakarta
Utara Tahun 2010
- Juara Umum Porseni Se-Penjaringan 2010
- Juara Umum Loketa Se-Penjaringan 2010
- Juara 1 Kepala Sekolah berwawasan
lingkungan tingkat provinsi DKI Jakarta
- Juara 1 Sekolah Sehat tingkat Provinsi DKI
Jakarta 2011
Walaupun sekolah tersebut berada sekitar 500m dari
tepi pantai sehingga sering disebut daerah pinggiran, keadaan ekonomi siswa
menengah kebawah namun dapat memperoleh prestasi juara pertama Sekolah Sehat
Se-Jakarta Utara tahun 2010 ini.
Sekolah ini sekarang telah berupaya untuk memenuhi kriteria utama dari sekolah sehat
yaitu adanya program pendidikan dan pelayanan kesehatan (health education
and treatment), makanan sehat (healthy eating), pendidikan olahraga (physical
activity), pendidikan mental (emotional health and well being) serta
program lingkungan sekolah sehat dan aman (safe and healthy environment).
Jika SMP Negeri 120 telah melaksanakan 5 kriteria sekolah sehat tersebut di
atas secara integratif dan berkesinambungan maka bisa dikatakan bahwa sekolah
tersebut memenuhi standar sekolah sehat secara internasional.
Harapan segenap
civitas akademika SMP Negeri 120 Jakarta Utara saat ini adalah menjadi juara
pertama sekolah sehat tingkat Nasional. Selain itu, sekolah ini juga
berharap proses
pembelajaran yang ada mengarah pada upaya pembentukan perilaku siswa yang
peduli lingkungan melalui model pembelajaran yang aplikatif dan menyentuh
kehidupan sehari-hari. Sementara itu, lingkungan sekolah dijadikan wahana
pembiasaan perilaku peduli lingkungan sehari-hari. Dengan demikian, kedua aspek
tadi, menuju pada satu tujuan yaitu internalisasi atau pembiasaan perilaku
peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga kebiasaan sehat, bersih
dan hijau dapat diaplikasikan dalam dunia nyata baik di sokolah maupun di rumah
dan lingkungannya.
Tahapan-tahan yang perlu dilaksanakan demi terwujudnya
harapan diatas adalah:
1. Pengembangan Kurikulum Berbasis Lingkungan
SMP Negeri 120 telah mencoba membuat kurikulum yang
berbasis lingkungan, oleh karena saat ini masalah lingkungan hidup telah
semakin meluas dan membebani. Melalui kurikulum ini siswa akan memperoleh
kesempatan untuk menggali dan memahami permasalahan-permasalahan lingkungan
serta mengaitkan dengan kompetensi mereka untuk andil dalam mengatasi krisis
lingkungan.
Kegiatan in dimulai dengan cara memilah SK (Standar
Kompetensi) dan KD (Kompetensi Dasar) yang berhubungan dengan lingkungan dan
mengembangkannya menjadi RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Kemudian
mengaplikasikan kedalam kehidupan nyata atau mempraktekkannya.
2. Perwujudan Sekolah Sejuk dan
Produktif
Sekolah Hijau seharusnya dapat menjadikan lingkungan
sekolah menjadi lebih sejuk dan produktif. Kesejukan diharapkan bisa
meningkatkan kenyamanan belajar dan kesehatan siswa, sedangkan produktifitas
menunjukkan seberapa sefektif penggunaan lahan yang ada di sekolah sebagai
lahan untuk penanaman. Berbagai jenis tanaman ada di sekolah ini, baik pohon
yang rindang maupun tanaman obat dan sayur-mayur. Bahkan pot-pot bunga banyak
di halaman ruang maupun di dalam kelas. Juga tanaman hidoponik ada di dalam
ruang kelas. Ini merupakan pendidikan yang baik bagi siswa untuk menghargai
lingkungan sekitar mereka.
Seluruh kawasan sekolah merupakan kawasan bebas asap
rokok. Saat ini kondisi sekolah terlihat asri, sejuk, bersih, dan nyaman.
Setiap kelas tidak dilengkapi AC, tetapi cukup dilengkapi dengan banyak
ventilasi udara tetapi terasa sejuk dan segar. Hal ini juga berarti bahwa ada
penghematan energi, yang juga menjadi cirri khas dari sekolah yang berwawasan
lingkungan.
3. Tanaman Sayuran Untuk Dimanfaatkan
Saat ini telah ada pula upaya penanaman sayuran oleh
siswa, yang hasilnya dimanfaatkan untuk disayur dan dikonsumsi bersama.
4. Pramuka Cinta Lingkungan
Sesuai dengan perannya pramuka merupakan organisasi
yang berperan aktif di alam terbuka, dan suatu kewajiban bagi seorang anggota
pramuka untuk peduli akan kelestarian, keindahan dan perawatan lingkungan.
5. Kantin Sehat
Kegiatan membangun kantin sehat meliputi pembangunan
sarana pendukung dan kesiapan menu makanan yang sesuai standar kesehatan.
Sarana kantin yang dipersiapkan dengan baik meliputi : tempat penyimpanan
makanan dan menghidangkan makanan, tempat pembuangan sampah, dan juga
kebersihan ruangan kantin. Begitu juga setiap makanan dan minuman di kantin
tersebut harus memenuhi criteria sebagai berikut :
1. Bahan makanan
dan minuman harus bebas dari penggunaan bahan pengawet, penyedap rasa, bahan
pengembang atau bahan kimia lain.
2. Jenis makanan
dan minuman harus banyak mengandung kandungan gizi yang tinggi sesuai dengan
kebutuhan siswa.
6. Pengelolaan Sampah
Pengelolaan sampah sangat penting agar tidak
menimbulkan masalah atau memberi dampak negative bagi lingkungan di sekitar.
Kegiatan pengelolaan sampah baru akan digalakkan atau
ditepkan. Namun sarana pemilahan sampah telah tersedia dengan baik, yaitu
adanya tempat sampah khusus untuk kertas, sampah siswa makanan (organic), dan
sampah anorganik (plastic). Sampah sisa makanan dari kelas maupun dari kantin
dimanfaatkan menjadi pupuk kompos yang secara rutin diproduksi.
7. Budaya Hidup Sehat
SMP Negeri 120 mengembangkan perilaku atau budaya
hidup sehat di sekolah dimana seluruh warga sekolah diajak untuk memelihara
lingkungan yang bersih dan nyaman, makan makanan yang sehat, pemeriksaan
kesehatan seara rutin, dan menjaga lingkungan hidup.
Cara yang digunakan ialah dengan menempel
poster-poster tentang kesehatan dan lingkungan di dinding-dinding sekolah, baik
di dekat tangga, maupun di kantin sekolah. Sekolah ini juga mengembangkan sistem
rewards dan punishments untuk siswa, dimana setiap siswa akan dinilai tidak
saja melalui prestasi akademis, tetapi juga dari perilaku mereka dalam mentaati
peraturan sekolah dan dalam menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan di
sekolah.
Demikian harapan-harapan SMP Negeri 120 dalam
menggapai impian menerapkan cinta lingkungan yang sehat, bersih dan hijau
kepada semua warga sekolah maupun masyarakat sekitar. Semoga guru, karyawan/TU,
pesuruh terutama siswa menerapkan budaya bersih, sehat dan hijau ini di
lingkungan sekolah, rumah dan lingkungan sekitar mereka. Dan semogMAKALAH
KEBERSIHAN LINGKUNGAN
KEBERSIHAN LINGKUNGAN
DISUSUN OLEH :
NAMA :
KELAS :
SMP / SMA AVATAR
2013
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar belakang
Seringkali kita mendengar slogan-slogan di berbagai tempat
terutama di sekoloah, yang isinya mengajak kita untuk menjaga kebersihan
lingkungan.
Akan tetapi slogan tadi tidak kita pedulikan, slogan tadi fungsinya
hanya seperti hiasan belaka tanpa ada isinya, padahal isi dari sebuah slogan
sangat penting bagi kita. Banyak slogan yang mengajak kita untuk menjaga
kebersihan, tapi apa kenyataannya? Siswa masih membuang sampah sembarangan,
selain ini siswa juga merobek-robek kertas dalam kelas dan bila memakan jajan
di tempat A bungkusnya dibuangnya juga di tempat A, padahal di tempat-tempat
tersebut telah disediakan tempat sampah.
Tentu kita tidak mau sekolah kita menjadi kotor, kumuh dan penuh dengan
sampah. Disamping itu sampah yang kita buang sembarangan tadi juga dapat
mencemari lingkungan, baik di dalam kelas maupun di luar kelas dan juga dapat
menyebabkan suasana belajar kita tidak nyaman.
1,2
Perumusan masalah
Berdasarkan latar belakang penelitian di atas penulis
ingin mengemukakan permasalahan yang perlu penulis ketahui.bahwa mencegah
dan mengatasi masalah yang ada itu juga harus di contohkan oleh guru nya
sendiri dan di tindak bila ada siswa/i yang melanggar. Tindakan-tindakan yang
perlu dilakukan adalah sebagai berikut :
- Guru selalu memberi contoh bila membuang sampah selalu di tempatnya.
- Guru wajib menegur dan menasehati siswa yang membuang sampah sembarangan terutama pada saat siswa-siswi makan dan minum dalam kelas, bungkusnya ditaruh dalam glodok bangku.
- Mencatat siswa-siswi yang membuang sampah sembarangan pada buku saku/ buku pelanggaran.
- Membuat tata tertib baru yng isinya tentang pemberian denda terhadap siswa sebesar Rp 2.000 setiap melanggar 1 tata tertib sekolah.
Dengan tindakan-tindakan ini maka kebersihan sekaligus
kedisiplinan akan tercapai, terutama tindakan nomor 4 yang paling bagus, karena
siswa mau melakukan pelanggaran ini tidak berani dan mau melakukan pelanggaran
itu juga tidak berani, karena kalau melakukan pelanggaran tersebut akan
didenda, pada akhirnya kebersihan dan kedisiplinan, kepatuhan siswa terhadap
tata tertibpun akan terjaga, selain itu juga dapat mengharumkan nama baik
sekolah, karena diakui oleh masyarakat sekitar sekolah bahwa anak disekolah
kita disiplin-disiplin dan patuh terhadap peraturan.
1.3 Tujuan
penelitian
Tujuan penulis ingin mengetahui apa yang tdk penulis ketahui dan apa
yang penulis tdk mengert diantaranya adalah:
- Penulis ingin tau lebih lanjut bagaimana perkembangan kebersihan di sekolah.
- Penulis ingin tau bagaimana sikap siswa/i jika setelah ada saran-saran yang tlah di rumuskan di atas.dan
- Penulis juga meyakii jika kita semua bisa mnjaga kebersihan kita akan trjauhi dari penyakit dan impian sekolah kita mnjadi sekolah terbaik terbersih akan terwujud.
1.4 Metode
penelitian
Dalam tugas
bahasa indonesia ini penulis menggunakan metode kepustakaan, mudah
mudahan dengan metode ini penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini dengan
baik dan benar .penulis memohon maaf yang sebesar-besarnya bila dalam kar4ya
tulis ini banyak kesalahan.
1.5
Sistematika penulisan
Bab I:
PENDAHULUAN
1.1
Latar belakang
1.2
Perumusan masalah
1.3
Tujuan penelitian
1.4
Metode penelitian
1.5
sistematika penulisan
Bab II:
PEMBAHASAN
2.1
kebersihan di lingkungan sekolah.
2.2
kebersihan di lingkungan.
2.3 manfa’at
menjaga kebersihan dan tips-tips nya.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Kebersihan Lingkungan
Sering kita melihat sampah berserakan di lingkungan
sekolah. Padahal setiap kelas sudah disiapkan tempat sampah, apa kenyataannya?
Masih banyak siswa yang membuang sampah sembarangan, oleh karena itu dapat
menyebabkan lingkungan di sekitar kita menjadi kotor, kumuh, dan penuh dengan
sampah.
Tentu kita sebagai warga sekolah tidak mau hal demikian terjadi
maka dari itu perlu sekali diadakan tindakan yang mengatasi masalah tersebut.
Tindakan-tindakan yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut :
- Dimohon kesadaran dari siswa untuk membuang sampah pada tempatnya.
- Mentaati peraturan sekolah agar sekolah kita bersih.
- Petugas piket harus membersihkan kelas dan lingkungan di luar kelas.
- Memberi sanksi tersendiri bagi siswa yang membuang sampah sembarangan.
Dengan tindakan tersebut di harapkan kesadaran siswa untuk
menjaga kebersihan.
2.2
Kebersihan di Lingkungan
Kebersihan adalah keadaan bebas dari kotoran, termasuk di
antaranya, debu, sampah, dan bau. Di zaman modern, setelah Louis Pasteur
menemukan proses penularan penyakit atau infeksi disebabkan oleh mikroba,
kebersihan juga berarti bebas dari virus, bakteri patogen, dan bahan kimia
berbahaya.
Kebersihan
adalah salah satu tanda dari keadaan higiene yang baik. Manusia perlu menjaga
kebersihan lingkungan dan kebersihan diri agar sehat, tidak bau, tidak malu,
tidak menyebarkan kotoran, atau menularkan kuman penyakit bagi diri sendiri
maupun orang lain. Kebersihan badan meliputi kebersihan diri sendiri, seperti
mandi, menyikat gigi, mencuci tangan, dan memakai pakaian yang bersih,
Mencuci
adalah salah satu cara menjaga kebersihan dengan memakai air dan sejenis sabun
atau deterjen. Mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan produk kebersihan tangan
merupakan cara terbaik dalam mencegah penularan influenza dan batuk-pilek.
Kebersihan
lingkungan adalah kebersihan tempat tinggal, tempat bekerja, dan berbagai
sarana umum. Kebersihan tempat tinggal dilakukan dengan cara melap jendela dan
perabot rumah tangga, menyapu dan mengepel lantai, mencuci peralatan masak dan
peralatan makan (misalnya dengan abu gosok), membersihkan kamar mandi dan
jamban, serta membuang sampah. Kebersihan lingkungan dimulai dari menjaga
kebersihan halaman dan selokan, dan membersihkan jalan di depan rumah dari
sampah.
Tingkat
kebersihan berbeda-beda menurut tempat dan kegiatan yang dilakukan manusia.
Kebersihan di rumah berbeda dengan kebersihan kamar bedah di rumah sakit,
sedangkan kebersihan di pabrik makanan berbeda dengan kebersihan di pabrik
semikonduktor yang bebas debu.
2.3. Manfaat
Menjaga Kebersihan
Kebersihan lingkungan merupakan keadaan bebas
dari kotoran, termasuk di dalamnya, debu, sampah, dan bau. Di Indonesia,
masalah kebersihan lingkungan selalu menjadi perdebatan dan masalah yang
berkembang. Kasus-kasus yang menyangkut masalah kebersihan lingkungan setiap
tahunnya terus meningkat.
Problem
tentang kebersihan lingkungan yang tidak kondusif dikarenakan masyarakat selalu
tidak sadar akah hal kebersihan lingkungan. Tempat pembuangan kotoran tidak
dipergunakan dan dirawat dengan baik. Akibatnya masalah diare, penyakit kulit,
penyakit usus, penyakit pernafasan dan penyakit lain yang disebabkan air dan
udara sering menyerang golongan keluarga ekonomi lemah. Berbagai upaya
pengembangan kesehatan anak secara umum pun menjadi terhambat.
Lalu
Bagaimana tips Mudah untuk menjaga kebersihan lingkungan ?
Tips dan
Trik yang mudah, tepat dan efektif menyadarkan masyarakat Indonesia
untuk.selalu menjaga kebersihan lingkungan?
Berikut Tips
dan trik menjaga kebersihan lingkungan:
Dimulai dari
diri sendiri dengan cara memberi contoh kepada masyarakat bagaimana menjaga
kebersihan lingkungan.
Selalu
Libatkan tokoh masyarakat yang berpengaruh untuk memberikan pengarahan kepada masyarakat
akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Sertkan para
pemuda untuk ikut aktif menjaga kebersihan lingkungan.
Perbanyak
tempat sampah di sekitar lingkungan anda;
Pekerjakan
petugas kebersihan lingkungan dengan memberi imbalan yang sesuai setiap
bulannya.
Sosialisakan
kepada masyarakat untuk terbiasa memilah sampah rumah tangga menjadi sampah
organik dan non organik.
- Pelajari teknologi pembuatan kompos dari sampah organik agar dapat dimanfaatkan kembali untuk pupuk;
- Kreatif, Dengan membuat souvenir atau kerajinan tangan dengan memanfaatkan sampah.
- Atur jadwal untuk kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan.
Semoga
bermanfaat dan lingkungan anda menjadi bersih, nyaman dan sehat.
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Kesadaran individu begitu penting untuk menjalankan perubahan
kebersihan pada lingkungan baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Namun
mayoritas para masyarakat masih baru berantusias dalam signifikan yang berada
di satu aspek saja.
Dan para
warga setuju dengan harus adanya cara-cara yang dilakukan dalam memberikan
alternatif untuk lebih dapat meyadarkan masyarakat tentang nilai
kebersihan.
3.2
Saran
Pengembangan
ilmu pengetahuan, membuat segalanya dapat menjadi riset mengenai kebersihan
yang ada dan sebaiknya pemerintah memberikan masukan dan kebijakan yang tegas
dan tepat untuk membuat perubahan–perubahan.
a SMP Negeri 120 Jakarta dapat menggapai impiannya
untuk menjadi Juara pertama Sekolah Sehat Tingkat Nasional


Komentar
Posting Komentar